Poin penting
- Pada 30 September 2026, Pemprov Jawa Barat menghentikan pembangunan kampus data center AI milik BDx berkapasitas 640 MW di dekat Waduk Jatiluhur, delapan hari setelah konstruksi dimulai. Alasannya: izin lingkungan dan izin bangunan belum lengkap, serta kebutuhan air proyek tersebut.
- Menurut Mirae Asset Sekuritas, Indonesia punya sekitar 394 MW kapasitas data center yang beroperasi dan 1.221 MW dalam pipeline hingga 2030. Malaysia sudah mengoperasikan lebih dari 1.300 MW dengan pipeline 3.252 MW.
- Daya tarik Indonesia adalah listrik murah, sekitar 6,3 sen dolar AS per kWh, dibanding 10,6 sen di Malaysia dan 21,3 sen di Singapura. Kelemahannya adalah waktu: menyambungkan 100 MW ke jaringan listrik butuh sekitar 36 bulan, dibanding 12 bulan di Malaysia.
- Air mulai menjadi batas utama. Kampus Jatiluhur diperkirakan butuh sekitar 384 liter per detik. Di Batam, pejabat setempat menyebut pertumbuhan data center harus dibatasi karena waduk di pulau itu tidak sanggup mengimbangi.
Delapan hari di Jatiluhur
Pembangunan "AI Campus 2" milik BDx Data Centers dimulai pada 22 September 2026, sekitar lima kilometer dari Bendungan Jatiluhur di Purwakarta, Jawa Barat. Kampus ini direncanakan berkapasitas 640 MW, dengan gedung pertama 120 MW yang dijadwalkan beroperasi awal 2027, didukung pinjaman US$320 juta dan alokasi daya 845 MVA dari PLN. Pada 30 September, Pemprov menghentikan pekerjaan itu.
Alasan formalnya soal dokumen: proyek belum memiliki AMDAL dan Persetujuan Bangunan Gedung (PBG) dari Kabupaten Purwakarta. Alasan politisnya soal air. Gubernur Dedi Mulyadi menegaskan kebutuhan air kampus ini, yang menurut pejabat sekitar 384 liter per detik, harus dihitung sejak awal, bukan setelah beroperasi. Jatiluhur bukan waduk biasa. Waduk ini memasok sekitar 81% kebutuhan air baku Jakarta dan mengairi sekitar 242.000 hektare sawah yang panen dua kali setahun.
Penghentian ini bisa jadi hanya sementara. Izin bisa dilengkapi dan alokasi air bisa dinegosiasikan. Tapi kasus ini membuka pertanyaan yang selama ini belum dijawab secara terbuka dalam rencana data center Indonesia: lahan dan listrik tersedia, tapi siapa yang memutuskan berapa banyak air dan kapasitas jaringan listrik yang boleh diambil sebuah kampus AI?
640 MW rencana kapasitas kampus BDx di Jatiluhur yang dihentikan, lebih dari 1,5 kali seluruh kapasitas data center yang beroperasi di Indonesia
384 L/detik kebutuhan air yang disebut pejabat Jawa Barat, sekitar 33 juta liter per hari
36 bulan waktu tunggu umum untuk menyambungkan 100 MW ke jaringan di Indonesia, dibanding 12 bulan di Malaysia (Mirae Asset)
Seberapa besar pasar data center Indonesia sebenarnya
Di balik banyaknya pengumuman, basis yang sudah beroperasi di Indonesia masih kecil. Mirae Asset Sekuritas, dalam laporan yang terbit 17 September 2026, mencatat sekitar 394 MW kapasitas aktif secara nasional pada semester pertama 2026, dengan 356 MW di Jabodetabek dan 82 MW di Batam. Pipeline hingga 2030 sebesar 1.221 MW. Perkiraan lain lebih tinggi: angka yang dikutip CNBC Indonesia menyebut kapasitas eksisting 580 MW di 182 fasilitas, dengan rencana tambahan 1,3 GW. Selisihnya bergantung pada apa saja yang dihitung, misalnya ruang server milik perusahaan dan operator telekomunikasi, tapi skalanya tetap sama.
Dibandingkan tetangganya, Indonesia adalah pasar besar yang belum terbangun. Johor, yang berseberangan dengan Singapura, sudah mengoperasikan lebih dari 1.100 MW dengan rencana hampir 2.500 MW. Kapasitas aktif Singapura kurang lebih setara Johor, tetapi ruang tumbuhnya hampir habis. Tingkat kekosongan di Jakarta juga menarik: sekitar 20% ruang colocation masih kosong, dibanding kurang dari 1% di Johor. Masalah Indonesia bukan permintaan atas rak yang sudah ada, melainkan kecepatan kampus baru berskala besar bisa dialiri listrik.
Pipeline Jakarta sebesar hub regional, tapi sebagian besar belum dibangun
Kapasitas data center per pasar, dalam megawatt beban IT. Ganti tampilan untuk melihat berapa banyak ruang yang masih kosong.
Sumber: Mirae Asset Sekuritas Indonesia, "Data Centers and AI", 17 September 2026 (angka semester I 2026). Laporan tidak memisahkan angka yang sedang dibangun di Batam; angka rencana Batam bersifat perkiraan. Tingkat kekosongan Batam tidak dilaporkan.
Listrik murah, jaringan lambat
Di atas kertas, hitungan ekonominya jelas. Mirae Asset mencatat tarif listrik industri Indonesia sekitar 6,3 sen dolar AS per kWh, dibanding 8,8 sen di Vietnam, 10,6 sen di Malaysia, dan 21,3 sen di Singapura. Biaya pembangunan juga lebih rendah, sekitar US$8,9 juta per MW dibanding US$9,9 juta di Malaysia. Bagi kampus AI, yang biaya operasional terbesarnya adalah listrik, selisih empat sen per kWh cepat menumpuk. Fasilitas 100 MW yang berjalan penuh memakai sekitar 876 juta kWh per tahun, sehingga setiap sen per kWh bernilai sekitar US$8,8 juta per tahun.
Masalahnya adalah waktu. Menurut laporan yang sama, mengalirkan listrik untuk 100 MW di Indonesia butuh sekitar 36 bulan, dibanding sekitar 12 bulan di Malaysia. Bagi pengembang yang menjual kapasitas ke perusahaan AI yang ingin kapasitas dalam setahun, selisih ini bisa lebih menentukan daripada harga listrik. Ini juga menjelaskan mengapa banyak proyek diumumkan tapi sedikit yang sudah beroperasi.
Indonesia unggul di harga, kalah di waktu
Perbandingan Indonesia dengan pesaing regional pada tiga biaya yang menentukan lokasi kampus AI.
Sumber: Mirae Asset Sekuritas Indonesia, "Data Centers and AI", 17 September 2026. Harga listrik adalah tarif industri dalam sen dolar AS per kWh. Biaya bangun dalam juta dolar AS per MW beban IT. Waktu sambung adalah waktu umum untuk mengalirkan listrik 100 MW; laporan hanya memberi angka untuk Indonesia dan Malaysia.
Pesan pemerintah berfokus pada pasokan. Pada 22 September, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia mengatakan di sebuah acara industri bahwa listrik untuk data center "enggak ada masalah" dan menyinggung potensi PLTA di Papua dan Kalimantan. Potensi itu nyata, tapi jauh dari Jakarta dan Batam, tempat kabel serat optik, pelanggan, dan jalur latensi rendah ke Singapura berada. BP Batam menyatakan sanggup mendukung 1,47 GW kapasitas data center. Kampus Jatiluhur sendirian akan menyedot lebih dari tiga kali 180 MW yang dihasilkan PLTA milik bendungan itu sendiri.
Hitung-hitungan air
Air adalah batas yang lebih baru, dan angkanya ternyata konsisten antarsumber. Kebutuhan 384 liter per detik di Jatiluhur setara sekitar 33 juta liter per hari, atau sekitar 52.000 liter per MW per hari untuk 640 MW. Tahap awal, yang disebut 6.000 meter kubik per hari untuk 120 MW, setara sekitar 50.000 liter per MW. Di Batam, kampus NeutraDC-Nxera berkapasitas 56 MW diperkirakan memakai sekitar 3 juta liter per hari, atau sekitar 54.000 liter per MW. Seorang peneliti Politeknik Negeri Batam memperkirakan sekitar 25,5 juta liter per MW per tahun, atau sekitar 70.000 liter per hari.
Angka-angka itu mengasumsikan pendinginan evaporatif, yang memakai air untuk menghemat listrik. Desain closed-loop dan pendinginan udara memakai jauh lebih sedikit air, tapi lebih banyak listrik. Itulah pilihan yang diambil Pemerintah Negara Bagian Johor pada Maret 2026, saat menyatakan tidak lagi menyetujui data center dengan kebutuhan air tinggi. Gunakan kalkulator di bawah untuk melihat dampak berbagai ukuran kampus.
Berapa banyak air yang dipakai kampus AI?
Pilih proyek atau atur sendiri ukuran dan intensitas pendinginannya. Hasil mengasumsikan pendinginan evaporatif pada beban penuh.
Preset intensitas diturunkan dari: angka pejabat Jawa Barat sebesar 384 L/detik untuk kampus Jatiluhur 640 MW dan 6.000 m³/hari untuk tahap pertamanya (CNBC Indonesia); proyeksi NeutraDC-Nxera sebesar 3 juta L/hari untuk 56 MW, dan 29 juta L/hari yang diproyeksikan untuk sembilan fasilitas Nongsa berkapasitas 285 MW pada 2032 (Earth Journalism Network). Pasokan Batam sebesar 382 juta L/hari berasal dari enam waduknya. Desain pendinginan udara dan closed-loop bisa memakai hanya sebagian kecil dari angka ini; geser slider intensitas ke bawah untuk mensimulasikannya.
Pada skala Jatiluhur, satu kampus saja memakai air setara hampir 9% dari seluruh pasokan harian waduk-waduk Batam. Batam menunjukkan apa yang terjadi ketika kebutuhan seperti itu bertemu daerah tangkapan air yang kecil. Pulau ini tidak punya sungai besar dan air tanahnya sedikit. Enam waduknya memasok sekitar 382 juta liter per hari, dan di permukiman yang lebih tinggi air hanya mengalir dua jam sehari. Sekitar 18 data center sedang dalam pipeline di sana. Ariastuty Sirait, Deputi Bidang Pelayanan Umum BP Batam, mengatakan kepada Earth Journalism Network: "Pada akhirnya, kami harus membatasi pembangunan data center. Mereka memakai terlalu banyak air."
Indonesia bisa menawarkan listrik murah dan lahan luas. Yang belum diputuskan adalah berapa banyak air dan kapasitas jaringan listrik yang rela diberikan untuk mesin.
Siapa yang membangun, dan di mana
Jabodetabek, terutama koridor industri dari Cikarang sampai Karawang, menampung sekitar 53% pipeline Indonesia. Batam menampung sekitar 28%, berkat kabel bawah laut yang membuat latensinya ke Singapura kurang dari 2 milidetik. Keenam penyedia cloud besar, yaitu AWS, Microsoft, Google, Oracle, Alibaba, dan Tencent, beroperasi di Jakarta. Mirae Asset mencatat investasi yang diumumkan sejak 2024 mencapai US$13 miliar untuk sekitar 1.471 MW.
| Operator atau proyek | Lokasi | Kapasitas | Status |
|---|---|---|---|
| DCI Indonesia | Jabodetabek (Cibitung, Karawang) | 128 MW aktif | Operator lokal terbesar |
| DayOne | Batam | 72 MW aktif | Beroperasi |
| NTT Data | Jabodetabek | 67 MW aktif | Beroperasi |
| NeutraDC (Telkom) | Jabodetabek, Batam | 44 MW aktif | Kampus hyperscale Batam bersama Nxera |
| STT GDC | Jabodetabek | 42 MW aktif | Beroperasi |
| Digital Edge CGK Campus | Jabodetabek | 500 MW direncanakan | Diumumkan US$4,5 miliar |
| Ooredoo dan NVIDIA AI Factory | Indonesia | 200 MW direncanakan | Diumumkan US$1,6 miliar |
| EDGNEX (DAMAC) | Cikarang | 144 MW direncanakan | Diumumkan US$2,3 miliar |
| BDx AI Campus 2 | Jatiluhur, Purwakarta | 640 MW direncanakan | Dihentikan 30 Sep 2026 sambil menunggu izin |
Apa yang dihasilkan untuk ekonomi lokal
Data center padat modal tapi sedikit tenaga kerja. Putra Adhiguna, Managing Director Energy Shift Institute, memperkirakan sekitar 15 pekerja tetap untuk setiap investasi US$100 juta. BDx menyebut kampus Jatiluhur akan menciptakan 2.000 sampai 3.000 lapangan kerja, tanpa merinci berapa yang bersifat permanen. Adhiguna berpendapat insentif sebaiknya dikaitkan dengan nilai tambah dalam negeri dan transisi bertahap ke energi bersih, misalnya 30%, lalu 50%, lalu 70%, bukan dengan angka investasi semata.
Bagi pelaku usaha di Indonesia, ledakan ini tetap penting. Kapasitas lokal yang lebih besar berarti latensi lebih rendah dan lebih banyak pilihan untuk menyimpan data di dalam negeri, yang relevan dengan UU Pelindungan Data Pribadi. Ini juga membuat perusahaan Indonesia lebih realistis menjalankan beban kerja AI di dalam negeri, bukan di Singapura. Namun kasus Jatiluhur mengingatkan bahwa data center kini bersaing dengan sawah, kota, dan pabrik untuk air dan kapasitas listrik yang sama. Seiring alat AI seperti Gemini dan ChatGPT yang dipakai jutaan orang Indonesia mendorong kebutuhan komputasi naik, persaingan itu akan semakin tajam.
Yang perlu dipantau selanjutnya
- Izin Jatiluhur. Apakah BDx melengkapi AMDAL dan PBG, serta alokasi air atau desain pendinginan apa yang diterima Pemprov, akan menjadi preseden bagi kampus lain di dekat waduk.
- Aturan air nasional. Johor dan Singapura sama-sama menetapkan syarat efisiensi untuk data center baru. Indonesia belum punya standar nasional serupa.
- Waktu sambung jaringan. Jika PLN bisa memangkas waktu tunggu 36 bulan untuk beban besar, keunggulan biaya Indonesia akan jauh lebih sulit diabaikan.
- Batas Batam. Pernyataan BP Batam menunjukkan persetujuan ke depan bisa bergantung pada desalinasi atau air daur ulang.
Pertanyaan yang sering diajukan
Mengapa data center BDx di Jatiluhur dihentikan?
Pemprov Jawa Barat menghentikan pembangunan pada 30 September 2026 karena proyek belum memiliki AMDAL dan Persetujuan Bangunan Gedung (PBG). Pejabat juga menyatakan kebutuhan airnya, sekitar 384 liter per detik, harus diselesaikan sebelum konstruksi berlanjut.
Berapa kapasitas data center di Indonesia?
Mirae Asset Sekuritas mencatat sekitar 394 MW kapasitas yang beroperasi pada semester I 2026, dengan 356 MW di Jabodetabek dan 82 MW di Batam, serta 1.221 MW dalam pipeline hingga 2030. Perkiraan lain yang memasukkan fasilitas lebih kecil menyebut kapasitas eksisting sekitar 580 MW.
Siapa operator data center terbesar di Indonesia?
Berdasarkan kapasitas aktif, DCI Indonesia adalah yang terbesar dengan sekitar 128 MW, disusul DayOne (72 MW), NTT Data (67 MW), NeutraDC (44 MW), dan STT GDC (42 MW), menurut Mirae Asset.
Di mana lokasi data center di Indonesia?
Sebagian besar di Jabodetabek, terutama koridor Cikarang, Cibitung, dan Karawang yang menampung sekitar 53% pipeline, serta di Batam yang menampung sekitar 28% karena jalur kabel bawah lautnya yang pendek ke Singapura.
Berapa banyak air yang dipakai data center?
Tergantung desain pendinginannya. Proyek di Indonesia yang memakai pendinginan evaporatif diperkirakan memakai sekitar 50.000 sampai 100.000 liter per MW per hari. Sistem pendinginan udara dan closed-loop memakai jauh lebih sedikit air, tapi lebih banyak listrik.
Mengapa perusahaan membangun data center di Indonesia?
Pasar domestik yang besar, kewajiban penyimpanan data di dalam negeri, listrik industri murah sekitar 6,3 sen dolar AS per kWh, dan biaya bangun lebih rendah dari Malaysia atau Singapura. Kekurangan utamanya adalah sambungan jaringan listrik yang lambat dan, semakin lama, ketersediaan air.
Bagaimana perbandingan Indonesia dengan Johor dan Singapura?
Johor dan Singapura masing-masing sudah mengoperasikan lebih dari 1.000 MW, dibanding sekitar 394 MW di Indonesia. Johor memiliki salah satu pipeline terbesar di kawasan, tetapi sejak Maret 2026 berhenti menyetujui data center dengan kebutuhan air tinggi.
Sumber
- Ini Proyek Data Center AI BDx di Jatiluhur yang Disetop, CNBC Indonesia, 30 September 2026
- Menakar Dampak Ekologis Pembangunan Data Center AI di Jatiluhur, Tirto, 30 September 2026
- Data Centers and AI, Mirae Asset Sekuritas Indonesia, 17 September 2026 (PDF)
- Big Tech Berebut Masuk RI, Investasi Data Center AI Diproyeksi Rp360 T, CNBC Indonesia, 13 Juli 2026
- A Digital Boom in a Thirsty Indonesian City, Earth Journalism Network
- Johor MB: No approval for data centres with high water demand, Malay Mail, 10 Maret 2026
- Pengamat nilai Indonesia menjanjikan bagi investasi data center, ANTARA, 29 September 2026
- Indonesia Jadi Incaran Investasi Data Center, ESI Ingatkan Soal Listrik dan Energi Bersih, Koran Jakarta, 30 September 2026
- Potensi Menjanjikan Data Center jadi Lumbung Cuan Baru PLN, Bisnis.com, 23 September 2026
- Indonesia Bidik Investasi Data Center, Bahlil Soroti Potensi PLTA Papua dan Kalimantan, Infoekonomi
Editorial Team









