Poin utama
- Startup Indonesia meraup pendanaan US$392 juta sepanjang 2026 hingga 5 Oktober, menurut data DS Group yang dikutip pemerintah. Angka itu sudah 9,5% lebih tinggi dari US$358 juta yang tercatat sepanjang 2025.
- Jumlah transaksi turun jauh lebih tajam daripada kenaikan nilainya: baru 24 transaksi tahun ini, dibandingkan 97 transaksi pada 2025 dengan hitungan yang sama.
- Satu putaran pendanaan menjelaskan sebagian besar kenaikan itu. Series C Ajaib senilai US$270 juta dari SBI Holdings asal Jepang pada Agustus setara sekitar 69% total tahun ini. Tanpa Ajaib, 23 transaksi lainnya hanya berjumlah sekitar US$122 juta, kira-kira sepertiga dari 2025.
- Di tingkat regional, uang juga makin terkonsentrasi. Singapura menyerap 94% pendanaan teknologi Asia Tenggara pada sembilan bulan pertama 2026, dan tiga transaksi saja mencakup 54% total kawasan.
Rekor yang bertumpu pada satu cek
Pada 14 Oktober 2026, saat Komdigi membuka Bali Tech Week, pemerintah membawa kabar baik yang jarang terdengar untuk ekosistem startup Indonesia. Pendanaan 2026 sudah mencapai US$392 juta, sekitar Rp7,02 triliun, per 5 Oktober, melampaui total setahun penuh 2025. Menkomdigi Meutya Hafid menyebutnya sinyal positif, tetapi menambahkan bahwa angka itu belum cukup untuk menyimpulkan akses pendanaan sudah membaik merata di seluruh ekosistem.
Kehati-hatiannya beralasan. Data yang sama menunjukkan hanya 24 transaksi pada 2026, dibandingkan 97 pada 2025. Uang yang lebih banyak mengalir ke jauh lebih sedikit perusahaan, dan satu transaksi menyumbang sebagian besarnya. Pada 28 Agustus, aplikasi investasi saham dan kripto Ajaib mengumumkan Series C senilai US$270 juta yang dipimpin SBI Holdings, grup keuangan yang tercatat di bursa Tokyo, untuk kepemilikan sekitar 20%. Ajaib menyebutnya pendanaan terbesar yang diraih perusahaan teknologi Indonesia dalam lebih dari empat tahun.
Keluarkan Ajaib dari hitungan, dan gambarannya sangat berbeda. Sebanyak 23 transaksi sisanya hanya mengumpulkan sekitar US$122 juta dalam sembilan bulan, kira-kira sepertiga total 2025 dan kurang dari 2% dari yang dihimpun startup Indonesia pada puncaknya di 2021.
69% porsi pendanaan startup Indonesia 2026 yang berasal dari satu putaran Ajaib
24 transaksi pendanaan pada 2026 hingga 5 Oktober, dibandingkan 97 sepanjang 2025
US$6,9 M dana yang dihimpun startup Indonesia pada 2021, puncak ledakan pendanaan (DiscoveryShift)
Tanpa satu transaksi, 2026 justru terlihat lesu
Pendanaan startup Indonesia 2026 hingga 5 Oktober, dengan dan tanpa Series C Ajaib.
Sumber: data DS Group yang dikutip Komdigi dan diberitakan InfoDigital serta Katadata (US$392 juta dan 24 transaksi hingga 5 Oktober 2026; US$358 juta dan 97 transaksi pada 2025); Ajaib dan SBI Holdings via e27 dan The Block (US$270 juta, 28 Agustus 2026). Putaran Ajaib diasumsikan sudah termasuk dalam total 2026. Ketika angka 2026 lebih kecil, batang diskalakan terhadap total setahun 2025 sebesar US$358 juta.
Seberapa jauh pasar sudah jatuh
Angka 2026 hanya terlihat kuat karena basis pembandingnya sangat lemah. Pendanaan startup Indonesia memuncak pada 2021, ketika DiscoveryShift, lembaga riset yang terkait dengan DailySocial, mencatat US$6,89 miliar dari 214 transaksi. Sejak itu angkanya turun hampir setiap tahun. Tracxn, dengan metodologi berbeda, mencatat US$3,24 miliar pada 2022, US$1,3 miliar pada 2023, dan US$323 juta pada 2024. Untuk 2025, DiscoveryShift mencatat US$355,7 juta dari 91 transaksi, sementara Tracxn hanya mencatat US$213 juta.
Para pelacak data tidak sepakat soal angka pastinya, karena definisi startup, perlakuan terhadap utang, dan keterbukaan data yang mereka pakai berbeda. Namun polanya sama: dalam empat tahun, pendanaan tahunan turun sekitar 95%, dan jumlah transaksi turun lebih dari separuh. Menurut DealStreetAsia, tidak ada unicorn baru dari Indonesia sejak 2024.
Pendanaan startup Indonesia turun sekitar 95% dari puncaknya di 2021
Pendanaan startup tahunan di Indonesia, menurut pelacak data. Ganti antara nilai dan jumlah transaksi.
Sumber: DiscoveryShift via Databoks dan Jakarta Globe (2020, 2021, dan 2025); Tracxn via e27 (2022–2024; jumlah transaksi 2023 dan 2024); DS Group via Komdigi, InfoDigital, dan Katadata (2026 hingga 5 Oktober). Batang berarsir menandai tahun tanpa angka yang sebanding. Tiap pelacak memakai definisi berbeda; 2026 belum setahun penuh.
Apa yang ditunjukkan transaksi Ajaib soal siapa yang masih membeli
Identitas investor Ajaib sama pentingnya dengan besarnya cek. SBI Holdings bukan dana ventura yang mengejar imbal hasil 10 kali lipat. Ia adalah grup keuangan Jepang yang sedang membangun apa yang disebutnya zona ekonomi digital APAC, jaringan bursa aset digital di Asia Tenggara, dan akan mencatat Ajaib sebagai entitas asosiasi dengan metode ekuitas. Putaran ini dihargai di atas valuasi unicorn Ajaib tahun 2021; dengan sekitar 20% saham senilai US$270 juta, valuasi tersiratnya di atas US$1,3 miliar. Ini pembelian strategis atas perusahaan pialang saham dan bursa kripto berlisensi dengan basis pengguna yang mapan, bukan taruhan pada ide tahap awal.
Pola itu terlihat di sepanjang transaksi yang diumumkan tahun ini. Daftar publik yang dihimpun dari Tech in Asia, TechNode Global, dan Fintech News mencatat 16 putaran pendanaan startup Indonesia yang diumumkan dari Januari hingga pertengahan Oktober. Tujuh putaran ekuitas dengan nilai terbuka berjumlah US$322 juta, dan Ajaib sendiri mencakup 84% dari angka itu. Putaran terbesar berikutnya hanya belasan juta dolar: Green Rebel Foods US$12,5 juta, Kopi Jago US$12 juta dalam Series B yang dipimpin Beenext, Floq US$11,3 juta, dan Pluang US$10 juta. Beberapa putaran lain, termasuk Kopi Kenangan dan aplikasi pembayaran Dana, diumumkan tanpa nilai, dan sebagian angka yang lebih besar, seperti Akulaku Finance senilai US$27,5 juta, berbentuk utang.
| Perusahaan | Sektor | Putaran | Nilai | Investor |
|---|---|---|---|---|
| Ajaib | Fintech, investasi | Series C | US$270 juta | SBI Holdings |
| Akulaku Finance Indonesia | Fintech | Utang | US$27,5 juta | Tidak diungkap |
| Pintarnya | SDM dan kerja | Perpanjangan Series A (utang) | US$14 juta | Tidak diungkap |
| Green Rebel Foods | Agrifood | Tidak diungkap | US$12,5 juta | Tidak diungkap |
| Kopi Jago | Konsumer | Series B | US$12 juta | Beenext |
| Floq | Web3 dan kripto | Tidak diungkap | US$11,3 juta | Tidak diungkap |
| Pluang | Fintech | Series C | US$10 juta | MUFG Innovation Partners |
| McEasy | Logistik | Series B | US$9 juta | Integra Partners |
Fintech dan merek konsumer mendominasi, sama seperti 2025. Laporan DiscoveryShift 2026 mencatat new retail meraih US$130,9 juta dan fintech US$77,2 juta tahun lalu, dua sektor terbesar. Investor mendanai bisnis yang sudah punya lisensi, pendapatan, atau gerai fisik, dan jauh lebih enggan mendanai model "tumbuh dulu" yang mendefinisikan 2021.
Pasar startup Indonesia belum pulih. Pasarnya menyempit, hanya ke segelintir perusahaan yang sudah dipahami oleh pembeli strategis atau investor tahap lanjut.
Asia Tenggara terkonsentrasi dengan cara yang sama
Pola Indonesia adalah versi kecil dari yang terjadi di seluruh kawasan. Laporan Tracxn untuk sembilan bulan pertama 2026 menunjukkan pendanaan teknologi Asia Tenggara naik 176% menjadi US$13,5 miliar, sementara jumlah putarannya turun 28% menjadi 189. Tiga transaksi, dua untuk operator data center Singapura DayOne dan satu untuk perusahaan pembuat video AI Kling AI, mencapai US$7,3 miliar, atau 54% dari total. Perusahaan yang berbasis di Singapura menyerap 94% seluruh dana. Jakarta Barat, lokasi Indonesia dengan kinerja terbaik dalam peringkat kota versi Tracxn, menghimpun US$270 juta, hampir seluruhnya dari Ajaib.
Ke mana uang startup Asia Tenggara mengalir
Setiap kotak mewakili 1% pendanaan teknologi Asia Tenggara. Ganti tampilan.
Sumber: DealStreetAsia SEA Startup Funding Report FY2025, via Katadata (Singapura 78,1%, Indonesia 6,3% dari pendanaan 2025); laporan Tracxn SEA Tech 9M 2026, via TNGlobal (Singapura 94% dari US$13,5 miliar; dua putaran DayOne dan Series D Kling AI sebesar 54%). Kedua pelacak memakai metodologi berbeda.
Salah satu penyebabnya adalah di mana modal dihimpun. Pada semester I 2026, tiga dana private equity pan-Asia dari EQT, Blackstone, dan Bain Capital menutup penghimpunan dengan total US$39,2 miliar, sekitar 85% dari seluruh modal private equity yang dihimpun di Asia Pasifik, menurut data DealStreetAsia. Satu-satunya dana ventura Asia Tenggara yang mencapai final close pada periode itu hanya bernilai US$8 juta. Dana besar menulis cek besar ke perusahaan yang mampu menyerapnya, yang di Asia Tenggara kini berarti data center, AI, dan segelintir fintech yang sudah matang. Pendiri startup tahap awal di Jakarta memperebutkan kolam dana yang jauh lebih kecil.
Faktor lainnya adalah kepercayaan. Kegagalan eFishery dan TaniHub merusak kepercayaan investor terhadap pelaporan startup Indonesia, dan pada Juni 2026 empat mantan eksekutif dua perusahaan modal ventura milik negara divonis atas investasi di TaniHub, yang menimbulkan kerugian negara sekitar US$25 juta. OJK memperketat aturan penegakannya pada Desember 2025. Bagi investor asing, yang menurut ekonom Celios Nailul Huda memasok sekitar 90% modal ventura di ekonomi digital Indonesia, standar uji tuntas kini lebih tinggi.
Apa yang dilakukan pemerintah
Bali Tech Week, yang berlangsung 19–23 Oktober, adalah respons utama Komdigi. Acara ini menghadirkan 13 kegiatan di bidang startup, gim, AI, keamanan siber, dan aset digital di Sanur, dengan 1.762 peserta terkonfirmasi per pertengahan Oktober, termasuk 135 peserta dari lebih dari 30 negara. Sesi temu bisnis mempertemukan 81 startup Indonesia dengan 80 investor dari 13 negara. Dirjen Ekosistem Digital Komdigi Edwin Hidayat Abdullah berharap sekitar Rp1 triliun investasi startup bisa tercapai hingga akhir tahun, dengan sekitar Rp400 miliar yang sudah tercapai dan Rp600–700 miliar diharapkan dari acara tersebut. Target ini tampaknya mencakup cakupan transaksi yang lebih sempit dibandingkan total US$392 juta dari pelacak data.
Danantara, dana investasi negara, adalah sumber potensial lainnya. Danantara menyatakan tertarik pada dana yang berfokus pada AI, dan menggelar forum investasi teknologi di Jakarta pada 26–28 Oktober. Jika Danantara mulai berperan sebagai limited partner domestik berskala besar, sebagian modal asing yang pergi setelah 2021 bisa tergantikan. Sejauh ini, Danantara belum mengumumkan komitmen ventura yang spesifik.
Ekonomi yang lebih luas masih tumbuh. Google, Temasek, dan Bain memperkirakan nilai transaksi bruto (GMV) ekonomi digital Indonesia mencapai sekitar US$99 miliar pada 2025, naik 14% dari tahun sebelumnya. Jarak antara ekonomi digital yang tumbuh dan pasar pendanaan startup yang menyusut menunjukkan bahwa sebagian besar pertumbuhan kini datang dari platform, pembayaran, dan perdagangan yang sudah mapan, bukan dari perusahaan baru yang didanai modal ventura. Perhatian kebijakan juga mengikuti pergeseran itu, seperti pada aturan baru soal biaya marketplace dan MDR QRIS.
Yang perlu dicermati berikutnya
- Hitungan akhir 2026. Dengan 24 transaksi per awal Oktober, Indonesia menuju jumlah transaksi yang jauh lebih sedikit dibandingkan tahun-tahun terakhir, meskipun nilainya berakhir di atas 2025.
- Tindak lanjut Bali Tech Week. Apakah sesi temu bisnis menghasilkan putaran pendanaan yang diumumkan sebelum akhir tahun, dan seberapa dekat Komdigi dengan target Rp1 triliunnya.
- Danantara sebagai investor dana. Komitmen apa pun ke dana ventura atau dana AI di forum Oktober atau di New Asia Forum pada Desember akan menjadi perubahan terbesar pasokan modal domestik dalam beberapa tahun.
- Lebih banyak pembeli strategis. Putaran Ajaib datang dari grup keuangan Jepang, bukan modal ventura. Jika korporasi Jepang, Korea, atau Timur Tengah menyusul, putaran besar Indonesia berikutnya mungkin lebih mirip akuisisi parsial daripada transaksi ventura.
Pertanyaan yang sering diajukan
Berapa total pendanaan startup Indonesia pada 2026?
Sekitar US$392 juta, atau Rp7,02 triliun, dari Januari hingga 5 Oktober 2026, dari 24 transaksi, menurut data DS Group yang dikutip Komdigi. Angka itu 9,5% lebih tinggi dari US$358 juta yang tercatat sepanjang 2025.
Apa putaran pendanaan startup terbesar di Indonesia pada 2026?
Series C Ajaib senilai US$270 juta, dipimpin SBI Holdings dari Jepang dan diumumkan pada 28 Agustus 2026. SBI mengambil sekitar 20% saham. Ajaib menyebutnya putaran terbesar yang diraih perusahaan teknologi Indonesia dalam lebih dari empat tahun.
Apakah pendanaan startup Indonesia sudah pulih?
Belum secara luas. Total 2026 naik karena satu transaksi besar. Tanpa Ajaib, 23 transaksi lainnya hanya menghimpun sekitar US$122 juta, kira-kira sepertiga total 2025, dan jumlah transaksi turun dari 97 menjadi 24.
Berapa pendanaan startup Indonesia saat di puncaknya?
Sekitar US$6,89 miliar dari 214 transaksi pada 2021, menurut DiscoveryShift. Data Tracxn menunjukkan pendanaan turun menjadi US$3,24 miliar pada 2022, US$1,3 miliar pada 2023, dan US$323 juta pada 2024.
Mengapa laporan yang berbeda memberi angka pendanaan startup yang berbeda?
Pelacak seperti DiscoveryShift, DS Group, Tracxn, dan DealStreetAsia memakai definisi startup yang berbeda, memperlakukan utang dan putaran tanpa nilai secara berbeda, dan menempatkan perusahaan ke negara dengan cara berbeda. Untuk 2025, estimasinya berkisar dari sekitar US$213 juta hingga US$358 juta.
Sektor apa yang paling banyak menarik pendanaan startup di Indonesia?
Pada 2025, new retail (US$130,9 juta) dan fintech (US$77,2 juta) menghimpun paling banyak, diikuti e-commerce, menurut DiscoveryShift. Pada 2026, putaran terbesar yang nilainya diungkap juga berada di fintech dan merek konsumer.
Bagaimana perbandingan pendanaan startup Indonesia dengan Singapura?
Pada 2025, startup yang berbasis di Singapura menghimpun sekitar US$4,2 miliar, 78,1% total Asia Tenggara, sementara Indonesia hanya 6,3%, menurut DealStreetAsia. Pada sembilan bulan pertama 2026, porsi Singapura naik menjadi 94% menurut data Tracxn.
Sumber
- Investasi Startup Indonesia Sudah Tembus Rp7 Triliun pada 2026, InfoDigital, 14 Oktober 2026
- Investasi Startup Hanya Rp 7 Triliun, Komdigi Genjot Lewat Bali Tech Week, Katadata, 14 Oktober 2026
- Investasi Startup Baru 40% dari Target 2026 Sebesar Rp1 Triliun, Katadata, 21 Oktober 2026
- Ajaib raises US$270M in Indonesia's biggest tech funding round since 2022, e27, 28 Agustus 2026
- SBI Holdings invests $270 million in Ajaib, taking 20% stake, The Block, 28 Agustus 2026
- Indonesia startup funding 2026: every announced round, Plainwork Digital, 17 Oktober 2026
- Indonesia Startup Funding Falls to $355.7M in 2025 Amid Global Tightening, Jakarta Globe
- Startup Funding in Indonesia Continues Its Decline in 2025, Databoks, 29 Mei 2026
- Discover Indonesia's Startup Resilience, DailySocial, 5 Maret 2026
- The great decline: How Indonesia's tech funding hit a 3-year low, e27, 23 Januari 2025
- Southeast Asia tech funding jumps 176% to $13.5B, 3 deals drive growth: Tracxn, TNGlobal, 5 Oktober 2026
- Southeast Asia Startup Funding Hits Record Low as Pan-Asia Giants Absorb Billions, Tech Times, 31 Agustus 2026
Editorial Team









