Poin penting
- Mulai 1 Oktober 2026, Bank Indonesia menetapkan merchant discount rate (MDR) QRIS sebesar 0% untuk semua transaksi sampai Rp100.000, bagi merchant dari semua skala usaha. Sebelumnya usaha kecil, menengah, dan besar membayar 0,7% untuk transaksi tersebut.
- Rata-rata nilai pembayaran QRIS pada 2025 sekitar Rp91.600, kembali di bawah ambang baru ini untuk pertama kalinya sejak 2022. Pembebasan biaya jatuh tepat di wilayah tempat sebagian besar pembayaran sehari-hari kini berada.
- Bank Indonesia tidak menerima sepeser pun dari MDR. Biaya itu dibagi antara penerbit, acquirer, perusahaan switching, dan asosiasi industri, sehingga pembebasan ini adalah pemangkasan pendapatan industri pembayaran, bukan subsidi. Belum ada skema kompensasi yang diumumkan.
- India mengambil keputusan serupa untuk UPI pada 2020 dan sejak itu membayar bank sekitar ₹1.350–1.500 crore per tahun agar pembayaran merchant bernilai kecil tetap layak secara bisnis. Indonesia menjalankan eksperimen yang sama tanpa pos anggaran itu.
Biaya yang tak pernah dilihat pembeli kini hilang
Ketika pelanggan memindai kode QRIS di kedai kopi, harga penuh keluar dari dompet digitalnya, tetapi kedai itu tidak pernah menerima harga penuh. Ada potongan kecil, yaitu merchant discount rate, yang diambil di tengah jalan dan dibagi ke perusahaan-perusahaan yang memindahkan uang tersebut. Bagi sebagian besar usaha, potongan itu sebesar 0,7% sejak QRIS diwajibkan pada 1 Januari 2020.
Pada 1 Oktober 2026 hal itu berubah. Bank Indonesia, yang mengumumkan kebijakan ini pada 17 Agustus, kini menetapkan MDR 0% untuk setiap transaksi QRIS senilai Rp100.000 atau kurang, berapa pun skala usahanya. Usaha mikro tetap mendapat aturan yang lebih longgar yang sudah berlaku: tanpa biaya untuk transaksi sampai Rp500.000. Di atas ambang tersebut, tarif lama tetap berlaku.
Pjs. Gubernur Destry Damayanti menyebut tujuannya memberi ruang efisiensi biaya bagi pelaku usaha sekaligus memperluas manfaat pembayaran digital. Pertanyaan yang lebih menarik adalah soal hitungan. Biaya yang selama ini ikut membiayai operasional sistem pembayaran dihapus untuk sebagian besar transaksinya, dan harus ada pihak yang menanggungnya.
15 miliar transaksi QRIS sepanjang Januari–Juli 2026, menurut Bank Indonesia
69,3 juta pengguna dan hampir 46 juta merchant per akhir September 2026
0,7% → 0% biaya bagi merchant kecil, menengah, dan besar untuk pembayaran sampai Rp100.000
Apa itu QRIS, dan mengapa tumbuh begitu cepat
QRIS (Quick Response Code Indonesian Standard) adalah standar kode QR nasional yang diperkenalkan Bank Indonesia bersama Asosiasi Sistem Pembayaran Indonesia (ASPI). Sebelum 2020, setiap dompet digital dan bank memakai kodenya sendiri, sehingga sebuah warung perlu memajang deretan stiker untuk GoPay, OVO, Dana, ShopeePay, dan beberapa bank. QRIS menggantinya dengan satu kode yang bisa dibayar dari aplikasi peserta mana pun. Merchant cukup memilih satu acquirer, sementara pelanggan memakai aplikasi yang sudah mereka punya.
Interoperabilitas itu mengubah pasar yang terfragmentasi menjadi sebuah jaringan, dan efek jaringan mengerjakan sisanya. Volume transaksi tahunan tumbuh dari 124 juta pada 2020 menjadi 15,5 miliar pada 2025, naik 125 kali lipat dalam lima tahun. Semester I 2026 saja mencatat 12,55 miliar transaksi, dua kali lipat periode yang sama setahun sebelumnya.
Dari 124 juta menjadi 15,5 miliar pembayaran dalam lima tahun
Transaksi QRIS per tahun. Ganti tampilan untuk melihat nilai dan rata-rata nilai pembayaran.
Sumber: data Bank Indonesia yang dikutip GoodStats (2020–2024) dan Kontan (2025, terbit Februari 2026); data 2026 hingga Juli dari Bank Indonesia via IDX Channel, 6 September 2026; target 2026 dari Bank Indonesia via Infobanknews. Rata-rata pembayaran = nilai tahunan ÷ volume tahunan, dihitung oleh Soedja. Nilai 2026 tidak ditampilkan karena angka semester yang dipublikasikan berbeda antarlaporan.
Tampilan ketiga pada grafik itulah yang paling penting untuk cerita ini. Membagi nilai tahunan dengan volume tahunan menghasilkan rata-rata nilai pembayaran QRIS. Angkanya naik dari sekitar Rp66.000 pada 2020 menjadi kira-kira Rp106.000 pada 2023 dan 2024, seiring makin banyak merchant besar yang memakai QRIS. Pada 2025 angkanya turun lagi ke sekitar Rp91.600. Itu tanda QRIS makin masuk ke kehidupan sehari-hari: lebih banyak kopi, parkir, belanja kebutuhan harian, dan jajanan, sementara porsi pembelian bernilai besar mengecil.
Rata-rata selalu terangkat oleh pembayaran besar, jadi transaksi yang paling umum kemungkinan nilainya lebih kecil lagi. Implikasinya, ambang Rp100.000 tidak dipilih di pinggiran pemakaian QRIS. Ambang itu berada tepat di tengahnya.
Enam tahun kebijakan MDR, satu arah
Perubahan Oktober adalah langkah terbaru dari perjalanan panjang menuju nol. Tarif untuk usaha mikro sudah berubah empat kali, sedangkan tarif untuk usaha lainnya bertahan di 0,7% sampai sekarang.
Zona bebas biaya terus melebar
MDR QRIS per periode dan nilai transaksi. Pilih jenis merchant.
Sumber: Bank Indonesia, penjelasan "MDR QRIS"; CNN Indonesia, 14 Juli 2023; Good News From Indonesia, 25 Juli 2023; Kontan, 19 Oktober 2024; Pajakonline dan Viva tentang pengumuman 17 Agustus 2026. Baris relaksasi pandemi merangkum pembebasan sementara bagi merchant mikro. Kategori khusus (pendidikan 0,6%, SPBU 0,4%, layanan pemerintah dan donasi 0%) tidak ditampilkan.
Ada sedikit ironi dalam linimasa ini. Ketika Bank Indonesia memberlakukan kembali biaya 0,3% untuk merchant mikro pada Juli 2023, Asisten Gubernur Dicky Kartikoyono menyebutnya perlu untuk menjaga keberlangsungan ekosistem oleh industri: biaya itu membiayai infrastruktur, aplikasi, SDM, akuisisi merchant, dan inovasi. Tiga tahun kemudian, lembaga yang sama memberikan pembebasan penuh kepada merchant terbesar di negeri ini untuk transaksi mereka yang paling sering. Entah ekosistemnya kini sudah bisa bertahan dari pendapatan lain, atau biayanya dipindahkan ke tempat yang kurang terlihat.
Siapa yang sebenarnya membayar ketika biayanya nol
Bank Indonesia menegaskan tidak menerima bagian apa pun dari MDR. Biaya itu dibagi antara penerbit (bank atau dompet digital milik pelanggan), acquirer (penyedia yang mendaftarkan merchant), perusahaan switching yang meneruskan transaksi, ASPI, dan lembaga penyelesaian transaksi. Menjadikannya nol tidak memindahkan beban ke APBN. Kebijakan ini memangkas pendapatan perusahaan-perusahaan tersebut.
Tanggapan industri di ruang publik cukup terukur. Ketika ambang merchant mikro dinaikkan ke Rp500.000 pada 2024, BTN mengatakan perubahan itu pasti berdampak pada pendapatan bank dari MDR, tetapi mendukungnya demi pertumbuhan merchant. BNI menyebut MDR dari QRIS hanya bagian sangat kecil dari pendapatan berbasis transaksinya. Pada Agustus 2026, CEO LinkAja Yogi Rizkian Bahar mengakui aturan baru ini mengurangi pendapatan transaksi langsung, dan berpendapat penyedia bisa menutupnya lewat biaya isi saldo, layanan payment gateway, transfer, dan produk keuangan untuk bisnis.
Di situlah pergeseran sebenarnya. Bagi bank besar, MDR hanya angka kecil dibanding kredit dan dana pihak ketiga, dan layanan penerimaan QRIS gratis adalah cara murah untuk merebut rekening merchant. Bagi perusahaan pembayaran kecil yang bisnisnya sebagian besar acquiring, aturan yang sama menghapus sumber pendapatan utama. Penerimaan pembayaran tanpa biaya cenderung menguntungkan pemain yang bisa melakukan subsidi silang, dan itu dorongan diam-diam ke arah konsolidasi.
Pembayaran tidak pernah benar-benar gratis. Ketika merchant berhenti membayar, biayanya pindah ke neraca bank, ke biaya isi saldo dompet digital, atau ke penyedia yang tak sanggup bertahan di pasar.
Berapa nilai pembebasan ini bagi merchant
Bagi usaha mikro, tidak ada yang berubah: transaksi sampai Rp500.000 sudah gratis sejak sebelumnya. Manfaatnya terpusat pada merchant kecil, menengah, dan besar dengan banyak pembayaran bernilai kecil, seperti jaringan kedai kopi, minimarket, restoran, apotek, dan pengelola parkir. Kalkulator di bawah memperkirakan penghematan bulanan. Pilih profil atau geser slider.
Berapa yang dihemat merchant non-mikro setiap bulan?
Berlaku untuk usaha kecil, menengah, dan besar, yang sebelum 1 Oktober 2026 membayar 0,7% untuk setiap pembayaran QRIS.
Profil adalah asumsi ilustratif dari Soedja, bukan data survei. Model: MDR bulanan = 0,7% × nilai pembayaran QRIS di tiap kelompok; setelah 1 Oktober 2026 hanya pembayaran di atas Rp100.000 yang dikenakan biaya. Tarif kategori khusus (pendidikan, SPBU) diabaikan.
Ambil contoh satu gerai jaringan kopi dengan 3.000 pembayaran QRIS per bulan, 85% di antaranya sekitar Rp42.000. Sebelum Oktober, gerai itu membayar sekitar Rp1,22 juta per bulan untuk MDR. Setelah Oktober, biayanya sekitar Rp470.000, seluruhnya dari pesanan bernilai besar. Untuk jaringan dengan 200 gerai, itu berarti hampir Rp1,8 miliar per tahun yang tetap di tangan merchant. Bagi toko elektronik yang sebagian besar pembayarannya di atas Rp100.000, penghematannya nyaris tidak terasa.
Penghematan ini juga mengubah soal harga. Bank Indonesia sejak awal melarang merchant membebankan MDR kepada pelanggan, tetapi banyak toko kecil diam-diam menambahkan biaya tambahan atau menolak QRIS untuk belanja kecil. Dengan hilangnya biaya untuk pembayaran bernilai kecil, praktik itu tidak lagi punya alasan, dan argumen tersisa untuk tetap memakai uang tunai di kasir makin lemah.
India sudah menjalankan eksperimen ini, dan membayar ongkosnya
Preseden terdekat adalah Unified Payments Interface (UPI) di India. Pada Januari 2020, bulan yang sama ketika QRIS mulai wajib, India menetapkan MDR untuk transaksi UPI dan kartu debit RuPay menjadi nol. Volumenya meledak: UPI memproses rekor 24,51 miliar transaksi pada Agustus 2026 saja, hampir 800 juta per hari.
Tagihannya tidak hilang. Karena bank dan aplikasi pembayaran tidak lagi dibayar oleh merchant, pemerintah India mulai memberi kompensasi langsung. Pemerintah mengalokasikan ₹1.354 crore pada tahun fiskal 2022–23, ₹1.466 crore pada 2023–24, dan ₹1.500 crore untuk 2024–25, berupa insentif 0,15% untuk pembayaran UPI sampai ₹2.000 ke merchant kecil. Dengan kata lain, India menjaga harga bagi merchant tetap nol dan memindahkan biayanya ke anggaran negara, dengan ambang untuk pembayaran bernilai kecil yang mirip garis Rp100.000 di Indonesia.
Pix di Brasil mengambil jalan berbeda. Pix gratis bagi perorangan, sementara pelaku usaha bisa dikenakan biaya yang ditetapkan oleh bank masing-masing. Pix memproses hampir 80 miliar transaksi senilai R$35,4 triliun pada 2025.
| QRIS (Indonesia) | UPI (India) | Pix (Brasil) | |
|---|---|---|---|
| Diluncurkan | 2019, wajib sejak Jan 2020 | 2016 | Nov 2020 |
| Skala | 15,51 miliar transaksi pada 2025 (pembayaran ke merchant) | 24,51 miliar pada Agustus 2026 saja (termasuk antarperorangan) | 79,8 miliar pada 2025 (termasuk transfer) |
| Biaya merchant | 0% sampai Rp100.000 untuk semua merchant; 0% sampai Rp500.000 untuk mikro; 0,3–0,7% di atasnya | 0% untuk pembayaran UPI ke merchant sejak Jan 2020 | Ditetapkan tiap bank; gratis untuk perorangan |
| Siapa menanggung biaya | Industri pembayaran; belum ada kompensasi yang diumumkan | Insentif pemerintah, ₹1.354–1.500 crore per tahun (TA 2023–TA 2025) | Merchant bisa dikenakan biaya oleh banknya |
| Lintas negara | Aktif di 6 negara; MoU dengan Hong Kong dan Timor-Leste | Pembayaran merchant di 10 pasar | Pix internasional direncanakan 2027 |
Volume ketiganya tidak bisa dibandingkan langsung, karena UPI dan Pix memasukkan transfer antarperorangan sedangkan QRIS menghitung pembayaran ke merchant. Yang berguna adalah perbandingan kebijakannya. Indonesia mengambil separuh model India yang ramah merchant, tanpa separuh fiskalnya. Itu bisa berjalan selama industri tumbuh cukup cepat untuk menyerap biaya. Ujian sebenarnya datang ketika pertumbuhan melambat.
Wajah QRIS ke luar negeri
QRIS juga mulai menjadi produk ekspor. Bank Indonesia melaporkan QRIS lintas negara kini terhubung dengan Singapura, Thailand, Malaysia, Jepang, Korea Selatan, dan China. Per akhir September 2026, pembayaran masuk dari wisatawan asing mencapai 17,8 juta transaksi senilai Rp6,2 triliun, dibanding 5 juta transaksi keluar senilai Rp1,85 triliun oleh warga Indonesia di luar negeri. Deputi Gubernur Filianingsih Hendarta merangkumnya: Indonesia berposisi "net inbound."
Sistem ini menuai kritik sekaligus penghargaan. Pada 2025, Kantor Perwakilan Dagang Amerika Serikat (USTR) menyebut QRIS dan Gerbang Pembayaran Nasional sebagai potensi hambatan bagi jaringan kartu AS. Pejabat Indonesia menjawab bahwa operator asing tetap disambut dan bahwa QRIS soal interoperabilitas. Jalur domestik tanpa biaya untuk pembayaran sehari-hari mempertajam perdebatan itu: jaringan kartu yang mengenakan biaya 1–2% akan sangat sulit bersaing untuk segelas kopi seharga Rp40.000.
| Perubahan | Siapa yang diuntungkan | Siapa yang membayar atau beradaptasi | Yang perlu dipantau |
|---|---|---|---|
| MDR 0% sampai Rp100.000 untuk semua merchant | Merchant dengan transaksi sering bernilai kecil | Acquirer dan penerbit kehilangan pendapatan MDR | Apakah acquirer kecil keluar pasar atau merger |
| Merchant mikro tetap 0% sampai Rp500.000 | Warung, pedagang kaki lima, usaha rumahan | Tidak ada perubahan sejak Desember 2024 | Sengketa klasifikasi antara mikro dan kecil |
| Tidak ada skema kompensasi publik | APBN | Industri pembayaran | Biaya baru pada isi saldo, kecepatan settlement, atau fitur merchant |
| Tunai dan biaya tambahan kehilangan alasan | Konsumen | Merchant yang masih menambah biaya QRIS | Penegakan larangan biaya tambahan |
Yang perlu dipantau berikutnya
Tiga sinyal akan menunjukkan apakah kebijakan ini bekerja sesuai tujuan. Pertama, porsi volume QRIS dari merchant non-mikro: jika jaringan ritel dan minimarket memindahkan lebih banyak pembayaran ke QRIS, pembebasan ini menjalankan fungsinya. Kedua, pos biaya yang akan diubah perusahaan pembayaran berikutnya, terutama biaya isi saldo, biaya settlement instan, dan dasbor merchant berbayar. Ketiga, konsolidasi di antara acquirer, yang akan menjadi tanda paling jelas bahwa penerimaan pembayaran tanpa biaya hanya menguntungkan pemain yang punya sumber pendapatan lain.
Bagi pelaku usaha, langkah langsungnya sederhana: cek kategori MDR usaha Anda di acquirer, pastikan pembayaran kecil tidak lagi dipotong, dan hapus biaya tambahan QRIS di kasir. Untuk melihat lebih luas bagaimana biaya pembayaran dan akuisisi memengaruhi pertumbuhan, baca panduan kami tentang akuisisi dan retensi pelanggan yang efisien.
Pertanyaan yang sering diajukan
Apa itu QRIS?
QRIS (Quick Response Code Indonesian Standard) adalah standar pembayaran kode QR nasional Indonesia yang ditetapkan Bank Indonesia dan ASPI. Satu kode QRIS bisa dibayar dari aplikasi bank atau dompet digital peserta mana pun, dan wajib digunakan untuk pembayaran QR sejak 1 Januari 2020.
Apakah QRIS sekarang gratis?
Bagi merchant, QRIS gratis untuk transaksi sampai Rp100.000 bagi semua jenis usaha mulai 1 Oktober 2026, dan sampai Rp500.000 bagi usaha mikro. Di atas nilai tersebut, usaha mikro membayar 0,3% dan usaha lainnya 0,7%. Pelanggan tidak pernah membayar MDR.
Apa itu MDR QRIS?
Merchant discount rate adalah biaya yang dipotong dari penerimaan merchant untuk setiap pembayaran QRIS. Biaya ini dibagi antara penerbit, acquirer, perusahaan switching, ASPI, dan lembaga penyelesaian transaksi. Bank Indonesia tidak menerima bagian apa pun.
Bolehkah merchant menarik biaya tambahan dari pelanggan yang membayar dengan QRIS?
Tidak. Bank Indonesia melarang merchant membebankan MDR kepada pelanggan. Dengan dihapusnya biaya untuk pembayaran sampai Rp100.000, biaya tambahan untuk belanja kecil dengan QRIS tidak punya dasar.
Siapa yang kehilangan pendapatan akibat pembebasan MDR?
Industri pembayaran: bank dan dompet digital sebagai penerbit dan acquirer, perusahaan switching, dan ASPI. Belum ada skema kompensasi yang diumumkan. Sebagian penyedia menyatakan akan mengandalkan layanan lain, seperti isi saldo, payment gateway, dan pembiayaan usaha.
Di mana QRIS bisa dipakai di luar negeri?
Per September 2026, QRIS lintas negara bisa digunakan di Singapura, Thailand, Malaysia, Jepang, Korea Selatan, dan China, serta sudah ada kesepakatan dengan Hong Kong dan Timor-Leste.
Sumber
- BI Perluas MDR QRIS 0 Persen, Semua Merchant Bebas Biaya untuk Transaksi hingga Rp100 Ribu, Pajakonline
- QRIS Makin Murah! Mulai Oktober 2026, MDR 0 Persen Berlaku untuk Transaksi hingga Rp100 Ribu, Viva
- MDR QRIS, Bank Indonesia
- Transaksi QRIS Capai 15 Miliar hingga Juli 2026, IDX Channel, 6 September 2026
- Transaksi QRIS Melonjak 100,12 Persen di Semester I 2026, Infobanknews
- BI Mencatat Nilai Transaksi QRIS Capai Rp164,48 Triliun pada Januari 2026, Kontan
- Penggunaan QRIS Terus Meningkat, GoodStats
- BI catat transaksi QRIS antarnegara tembus Rp6,2 triliun, ANTARA, 26 September 2026
- MDR QRIS 0 persen dinilai memunculkan peluang pendapatan lain bagi PJP, ANTARA, 19 Agustus 2026
- MDR QRIS untuk Transaksi hingga Rp500.000 Gratis, Penyedia Jasa Pembayaran Untung?, Kontan, 19 Oktober 2024
- Alasan Transaksi QRIS Usaha 'Wong Cilik' Kena Biaya 0,3 Persen, CNN Indonesia, 14 Juli 2023
- Efek Berganda MDR QRIS 0%, Bisnis.com, 9 September 2026
- Cabinet approves incentive scheme for promotion of low-value BHIM-UPI transactions, Press Information Bureau, Pemerintah India
- UPI Hits Highest-Ever Monthly Volume: 24.51 Billion Transactions in August 2026, StartupTalky
- Pix bate recorde em 2025 e movimenta R$35,4 trilhões, Metrópoles
- US cites QRIS as trade barrier, The Jakarta Post, 3 Mei 2025
Editorial Team









