Kembali ke Blog

Segmenting Pasar, Ini Jenis, Contoh, dan Datanya

Ghifari Ismail
Ghifari Ismail
Founders at SoedjaDiperbarui July 5, 2026
Segmenting Pasar, Ini Jenis, Contoh, dan Datanya

Segmenting adalah proses membagi pasar yang luas menjadi kelompok konsumen yang lebih kecil dengan kebutuhan, karakteristik, atau perilaku serupa. Tujuannya supaya bisnis bisa melayani tiap kelompok dengan pesan dan penawaran yang paling relevan, bukan memukul rata semua orang dengan satu pesan yang sama.

Ringkasan singkat

  • Segmenting berarti membagi pasar jadi kelompok konsumen yang serupa.

  • Segmenting adalah tahap pertama kerangka STP, sebelum targeting dan positioning.

  • Empat jenis utamanya adalah demografis, geografis, psikografis, dan perilaku.

  • Kampanye tersegmentasi dan tertarget menyumbang 77% dari ROI email marketing.

  • Email tersegmentasi menghasilkan klik 100,95% lebih tinggi dibanding tanpa segmentasi.

Apa Itu Segmenting?

Inti segmenting ada di kata serupa. Pasar tidak pernah homogen. Mahasiswa yang cari kopi murah dekat kampus dan manajer yang cari tempat meeting jelas butuh penawaran berbeda meski sama sama beli kopi. Segmenting memaksa bisnis mengakui perbedaan itu lalu mengelompokkan konsumen berdasarkan kesamaan yang paling relevan untuk keputusan pembelian.

Hasil akhirnya bukan sekadar daftar kelompok. Segmen yang baik harus bisa diukur besarnya, bisa dijangkau lewat kanal yang ada, cukup besar untuk menguntungkan, dan bisa dibedakan responnya terhadap penawaran.

Di Mana Posisi Segmenting dalam STP?

Segmenting adalah huruf S dalam kerangka STP milik Philip Kotler. Urutannya selalu sama.

Tahap

Pertanyaan yang dijawab

Hasil

Segmenting

Pasar ini terdiri dari kelompok apa saja?

Peta segmen beserta karakteristiknya

Targeting

Kelompok mana yang paling layak dikejar?

Segmen prioritas

Positioning

Bagaimana brand ingin diingat segmen itu?

Pesan dan diferensiasi

Apa Saja Jenis Segmentasi Pasar?

Jenis

Dasar pembagian

Contoh variabel

Demografis

Siapa konsumennya

Usia, gender, pendapatan, pendidikan, pekerjaan

Geografis

Di mana konsumennya

Kota, provinsi, urban atau rural, iklim

Psikografis

Bagaimana cara berpikirnya

Gaya hidup, nilai, minat, kelas sosial

Perilaku

Bagaimana cara berinteraksinya

Frekuensi beli, loyalitas, tahap funnel, penggunaan produk

Di praktik iklan digital, segmentasi perilaku biasanya paling menguntungkan karena paling dekat dengan intent beli. Orang yang sudah dua kali visit halaman produk jauh lebih berharga daripada orang yang sekadar cocok secara demografis.

Apa Kata Data soal Segmentasi?

Temuan

Angka

Sumber

Porsi ROI email marketing dari kampanye tersegmentasi, tertarget, dan terpicu otomatis

77%

DMA

Kenaikan open rate email tersegmentasi dibanding non-segmentasi

+14,31%

Mailchimp

Kenaikan klik email tersegmentasi dibanding non-segmentasi

+100,95%

Mailchimp

Penurunan unsubscribe pada email tersegmentasi

-9,37%

Mailchimp

Kenaikan revenue yang dilaporkan marketer dari kampanye tersegmentasi

Hingga 760%

Campaign Monitor

Eksekutif yang menyebut segmentasi krusial untuk menumbuhkan profit

81%

Bain & Company

Perbandingan performa kampanye email tersegmentasi vs tanpa segmentasi menurut Mailchimp

Angka klik yang naik dua kali lipat itu bukan karena emailnya lebih bagus. Kontennya bisa sama persis. Yang berubah hanya penerimanya, pesan yang tepat sampai ke orang yang memang peduli. Prinsip yang sama berlaku di iklan berbayar, budget yang sama menghasilkan lebih banyak konversi kalau audiensnya dipecah dengan benar.

Bagaimana Cara Melakukan Segmenting?

  1. Kumpulkan data pelanggan yang sudah ada. Data transaksi, analytics website, dan hasil survei lebih jujur daripada asumsi internal tim.

  2. Pilih dasar segmentasi yang paling relevan. Mulai dari perilaku kalau datanya ada, demografis dan geografis kalau baru mulai.

  3. Buat profil tiap segmen. Beri nama, deskripsi kebutuhan, dan estimasi ukurannya supaya tim punya bahasa yang sama.

  4. Uji respon tiap segmen. Jalankan kampanye kecil per segmen lalu bandingkan CTR, CPA, dan konversinya.

  5. Evaluasi berkala. Segmen bergeser seiring produk dan pasar berubah, review minimal tiap kuartal.

Bagaimana Segmenting Terlihat di Dunia Nyata?

Kasus

Temuan

Sumber

Riset segmentasi Bain terhadap eksekutif global

81% menyebut segmentasi krusial untuk profit, tapi hanya 25% yang merasa perusahaannya melakukannya dengan efektif

Bain & Company

Benchmark email lintas industri

Kampanye tersegmentasi konsisten unggul di open rate, klik, dan retensi subscriber

Mailchimp

Klien Soedja, brand D2C (data ilustratif)

Satu audiens iklan dipecah jadi tiga segmen perilaku, CPA turun 31% dengan budget yang sama

Soedja

Apa Hubungan Segmenting dengan Iklan Digital?

Semua platform iklan modern pada dasarnya adalah mesin segmentasi. Custom audience, lookalike, dan retargeting hanyalah segmentasi perilaku yang diotomatisasi. Iklan yang boros hampir selalu punya akar yang sama, satu pesan generik dipaksa bekerja untuk semua segmen sekaligus. Cara membaca dan mengoptimalkan struktur iklan seperti ini kami bahas lengkap di panduan performance marketing.

Mau tahu apakah struktur audiens iklan kamu sudah tersegmentasi dengan benar? Jalankan tools analisis iklan gratis di soedja.com/tools.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Segmenting artinya apa?

Segmenting artinya membagi pasar yang luas menjadi kelompok konsumen yang lebih kecil dengan kebutuhan, karakteristik, atau perilaku yang serupa supaya bisnis bisa melayani tiap kelompok dengan lebih relevan.

Apa saja 4 jenis segmentasi pasar?

Demografis berdasarkan siapa konsumennya, geografis berdasarkan lokasinya, psikografis berdasarkan gaya hidup dan nilainya, dan perilaku berdasarkan cara konsumen berinteraksi dengan produk.

Apa itu STP?

STP adalah kerangka Segmenting, Targeting, Positioning. Pasar dibagi jadi segmen, dipilih segmen prioritas, lalu ditentukan cara brand ingin diposisikan di benak segmen itu.

Apa bedanya segmenting dan targeting?

Segmenting membagi pasar jadi kelompok, targeting memilih kelompok mana yang mau dikejar. Segmenting dulu, targeting sesudahnya.

Apa contoh segmenting dalam bisnis?

Brand skincare membagi pasarnya jadi remaja dengan masalah jerawat, pekerja kantoran yang cari perawatan praktis, dan usia 40 ke atas yang fokus anti aging. Tiap segmen dapat produk dan pesan iklan berbeda.

Kesimpulan

Segmenting adalah fondasi semua keputusan marketing yang efektif, dan datanya jelas, 77% ROI email datang dari kampanye tersegmentasi dan klik bisa naik dua kali lipat hanya dengan memecah audiens dengan benar. Masalahnya bukan apakah segmentasi berguna, tapi apakah dikerjakan dengan serius.

Mulai dari worksheet STP gratis di soedja.com/tools, cek struktur audiens iklan kamu dengan tools analisis gratis di halaman yang sama, dan kalau mau segmentasi iklan kamu digarap dari riset sampai eksekusi, ada layanan Performance Ads Soedja.

Ghifari Ismail
Ghifari Ismail

Founders at Soedja

Bagikan:

Butuh bantuan soal ini?

Kasih tahu kami apa yang kamu butuhkan, nanti kami hubungi balik.