ROAS adalah singkatan dari return on ad spend, rasio yang membandingkan pendapatan hasil iklan dengan biaya iklan yang dikeluarkan. Rumusnya sederhana, pendapatan dari iklan dibagi biaya iklan. ROAS 4 berarti setiap Rp1 budget iklan menghasilkan Rp4 pendapatan.
Ringkasan singkat
ROAS mengukur balik modal iklan, dihitung dari pendapatan iklan dibagi biaya iklan.
ROAS yang bagus tidak sama untuk semua bisnis, targetnya ditentukan dari margin produk.
Break even ROAS dihitung dari 100 dibagi margin kotor dalam persen.
ROAS berbeda dengan ROI karena hanya menghitung biaya iklan, bukan seluruh biaya bisnis.
ROAS naik lewat tuas yang bisa dikontrol, dari bidding, CTR, CPC, sampai conversion rate.
Apa Itu ROAS?
ROAS menjawab satu pertanyaan yang paling sering ditanyakan pemilik bisnis ke tim iklannya, uang iklan ini balik jadi berapa. Metrik lain seperti impresi, klik, dan CTR menceritakan proses, ROAS menceritakan hasil akhirnya dalam bahasa uang.
Rumusnya seperti ini.
ROAS = pendapatan dari iklan ÷ biaya iklan
Hasilnya biasa ditulis sebagai angka kali lipat, misalnya ROAS 4 atau 4x. Ada juga yang menuliskannya sebagai rasio 4:1 atau persentase 400%, maknanya sama.
Bagaimana Cara Menghitung ROAS?
Ambil pendapatan yang dihasilkan iklan pada periode tertentu, lalu bagi dengan biaya iklan di periode yang sama.
Contoh e-commerce. Sebuah toko online membelanjakan Rp10.000.000 untuk iklan dalam sebulan. Dari iklan itu tercatat penjualan Rp45.000.000. ROAS-nya 45 juta dibagi 10 juta, hasilnya 4,5. Setiap Rp1 iklan menghasilkan Rp4,5 penjualan.
Contoh bisnis jasa. Sebuah konsultan membelanjakan Rp5.000.000 untuk iklan lead generation. Iklan menghasilkan 20 leads, 4 di antaranya closing dengan total nilai kontrak Rp30.000.000. ROAS-nya 30 juta dibagi 5 juta, hasilnya 6. Untuk bisnis jasa, kuncinya ada di pencatatan sumber lead sampai closing, karena tanpa itu pendapatan dari iklan tidak bisa dipisahkan dari pendapatan organik.
Yang sering bikin angka ROAS menyesatkan bukan rumusnya, tapi atribusinya. Pastikan konversi yang dihitung platform memang penjualan yang benar terjadi, bukan double counting antara Google dan Meta yang sama sama mengklaim penjualan yang sama.
ROAS yang Bagus Itu Berapa?
Tidak ada satu angka sakti. ROAS 4 bisa sangat menguntungkan untuk produk margin tebal dan sekaligus rugi untuk produk margin tipis. Cara menentukan target yang benar dimulai dari break even ROAS, yaitu titik minimal supaya iklan tidak rugi.
Break even ROAS = 100 ÷ margin kotor (%)

Simulasi break even ROAS berdasarkan margin kotor produk
Cara bacanya begini. Produk dengan margin kotor 20% butuh ROAS minimal 5 hanya untuk balik modal. Produk dengan margin 60% sudah untung di ROAS 1,67. Ini alasan membandingkan ROAS antar bisnis tanpa konteks margin tidak ada artinya.
Margin kotor | Break even ROAS | Target sehat (± 1,5x break even) |
|---|---|---|
20% | 5,00 | 7,5 ke atas |
30% | 3,33 | 5,0 ke atas |
40% | 2,50 | 3,8 ke atas |
50% | 2,00 | 3,0 ke atas |
60% | 1,67 | 2,5 ke atas |
Target sehat di tabel ini pakai patokan kasar 1,5 kali break even supaya ada ruang untuk biaya operasional dan profit. Sesuaikan dengan struktur biaya bisnismu sendiri.
Bagaimana ROAS di Shopee dan Marketplace Ads?
Prinsipnya sama, tapi ada beberapa hal khas marketplace yang perlu diperhatikan.
ROAS di dashboard Shopee Ads dihitung dari penjualan yang diatribusikan ke iklan dibagi biaya iklan, jadi angkanya langsung tersedia tanpa setup tracking.
Break even ROAS di marketplace harus memperhitungkan biaya admin, biaya program gratis ongkir, dan komisi platform yang memotong margin. Margin bersih setelah potongan itulah yang dipakai di rumus break even.
Hitung ROAS per SKU, bukan hanya per akun. Produk margin tipis dan margin tebal butuh target berbeda meski ada di toko yang sama.
Iklan pencarian produk biasanya menghasilkan ROAS lebih tinggi daripada iklan rekomendasi karena intent pembelinya lebih matang. Bandingkan keduanya sebelum menambah budget.
Apa Bedanya ROAS dan ROI?
Aspek | ROAS | ROI |
|---|---|---|
Rumus | Pendapatan iklan ÷ biaya iklan | (Profit − total biaya) ÷ total biaya |
Biaya yang dihitung | Hanya biaya iklan | Semua biaya, dari produk, operasional, sampai fee agency |
Level keputusan | Taktis, menilai kampanye dan channel | Strategis, menilai bisnis atau program secara utuh |
Cocok dipakai | Optimasi harian dan alokasi budget antar kampanye | Evaluasi bulanan atau kuartalan bersama manajemen |
Keduanya dipakai bersamaan, bukan dipilih salah satu. ROAS untuk memutuskan kampanye mana yang dimatikan minggu ini, ROI untuk memutuskan apakah channel iklan secara keseluruhan layak diteruskan.
Bagaimana Cara Menaikkan ROAS?
ROAS adalah metrik hilir. Angkanya berubah kalau tuas di hulunya digerakkan.
Perbaiki strategi bidding. Smart bidding dengan target ROAS baru efektif kalau data konversinya cukup. Detailnya ada di panduan bidding.
Naikkan conversion rate. Landing page yang lambat atau form yang panjang membuang klik yang sudah dibayar. Mulai dari panduan konversi.
Perbaiki CTR dengan copy dan creative yang lebih relevan. CTR yang sehat menurunkan biaya per klik lewat quality score. Rinciannya di panduan CTR.
Tekan CPC tanpa mengorbankan kualitas traffic. Klik murah dari audiens yang salah tetap ROAS rendah. Cara sehatnya ada di panduan CPC.
Audit placement dan CPM. Impresi mahal di placement yang tidak perform menggerus budget diam diam. Pahami dulu lewat panduan CPM.
Naikkan nilai order rata rata. Bundling dan upsell menaikkan pendapatan per konversi tanpa menambah biaya iklan sama sekali.

Perbandingan ROAS sebelum dan sesudah optimasi kampanye klien Soedja
Chart di atas menunjukkan pola yang konsisten kami temukan, kenaikan ROAS terbesar jarang datang dari satu perubahan besar. Biasanya hasil dari beberapa tuas kecil yang dibereskan berurutan, dari struktur kampanye, bidding, sampai landing page.
Kalkulator dan Template Gratis
Ambil gratis di soedja.com/tools.
Kalkulator break even ROAS berdasarkan margin produk
Template laporan performa iklan bulanan
Tools analisis iklan gratis untuk cek kesehatan angka kampanyemu
Pertanyaan yang Sering Diajukan
ROAS yang bagus berapa?
Tergantung margin produk. Patokan minimalnya break even ROAS, yaitu 100 dibagi margin kotor dalam persen. Produk margin 25% butuh ROAS minimal 4 untuk balik modal, jadi target sehatnya di atas itu.
Apa bedanya ROAS dan ROI?
ROAS hanya membandingkan pendapatan iklan dengan biaya iklan, ROI menghitung profit terhadap seluruh biaya bisnis. ROAS untuk keputusan taktis antar kampanye, ROI untuk penilaian menyeluruh.
Bagaimana cara menghitung ROAS?
Bagi pendapatan yang dihasilkan iklan dengan biaya iklan di periode yang sama. Iklan Rp10 juta yang menghasilkan penjualan Rp45 juta berarti ROAS 4,5.
Kesimpulan
ROAS adalah metrik yang menerjemahkan seluruh kerja iklan ke satu angka balik modal, dan angka itu baru berarti setelah dibandingkan dengan break even dari margin produkmu sendiri. Hitung break even dulu, baru pasang target, baru gerakkan tuasnya satu per satu.
Mulai dari kalkulator break even ROAS gratis di soedja.com/tools, dan kalau mau kampanye iklanmu digarap dengan target ROAS yang jelas dan dipertanggungjawabkan tiap bulan, ada layanan Performance Ads Soedja. Cara kerja lengkapnya kami bahas di panduan performance marketing.
Editorial Team








